Banyak ibu menyusui memilih untuk melakukan pumping, baik sebagai pelengkap direct breastfeeding (DBF) maupun menyimpan persediaan ASI. Namun, sebelum diberikan kepada bayi, ASI yang disimpan di kulkas perlu dihangatkan dengan cara yang benar agar kualitasnya tetap terjaga. Lalu, bagaimana cara menghangatkan ASI dari kulkas dengan benar?
Cara Menghangatkan ASI dari Chiller
ASI yang disimpan di chiller dapat bertahan hingga 4 hari. Penyimpanan ini cocok untuk kebutuhan jangka pendek, karena ASI dapat digunakan lebih cepat tanpa perlu melalui proses pencairan seperti penyimpanan di freezer. Sebelum diberikan kepada bayi, ASI dapat dihangatkan dengan langkah berikut:
- Keluarkan ASI dari chiller.
- Siapkan wadah berisi air hangat, bukan air mendidih.
- Rendam botol atau kantong ASI dalam wadah tersebut selama beberapa menit.
- Putar atau goyangkan perlahan botol untuk membantu mencampurkan lapisan lemak yang mungkin terpisah.
- Periksa suhu ASI sebelum diberikan kepada bayi.
Hindari memanaskan ASI langsung di atas kompor atau menggunakan air yang terlalu panas, karena dapat merusak beberapa kandungan penting dalam ASI.
Cara Menghangatkan ASI dari Freezer
Freezer lebih cocok untuk penyimpanan jangka panjang, karena ASI dapat disimpan hingga 12 bulan. Berbeda dengan ASI yang disimpan di chiller, ASI dari freezer perlu dicairkan secara bertahap sebelum dihangatkan dan diberikan kepada bayi.
- Pindahkan ASI dari freezer ke chiller dan biarkan mencair secara perlahan selama beberapa jam atau semalaman.
- Setelah ASI mencair, hangatkan menggunakan wadah berisi air hangat seperti langkah pada ASI dari chiller.
- Putar perlahan botol atau kantong ASI hingga lemak yang terpisah kembali tercampur.
- Berikan kepada bayi segera setelah ASI mencapai suhu yang sesuai.
Setelah ASI dicairkan, sebaiknya segera digunakan dan tidak dibekukan kembali. Pembekuan ulang dapat memengaruhi kualitas ASI dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Pastikan Nutrisi Ibu dan Bayi Terjaga dengan Dukungan Asifit
Ibu yang rutin melakukan pumping maupun yang mengombinasikan direct breastfeeding (DBF) dan ASIP tetap perlu menjaga kelancaran produksi ASI. Selain memastikan frekuensi menyusui atau memompa tetap terjaga, pemenuhan nutrisi ibu juga menjadi salah satu hal yang penting selama masa menyusui. Untuk membantu mendukung produksi ASI, Asifit hadir dengan kandungan ekstrak daun katuk dan vitamin B kompleks. Ekstrak daun katuk memiliki kemampuan mendukung produksi ASI, sementara vitamin B kompleks membantu menjaga tenaga ibu selama menyusui. Dengan dukungan tersebut, Asifit dapat menjadi pendamping bagi ibu yang ingin tetap menjaga ketersediaan ASI, baik saat menyusui langsung maupun memberikan ASI perah. Produk ini mudah ditemukan di berbagai apotek dan secara online di Shopee, Lazada dan platform lainnya.
FAQ
1. Bolehkah ASI dari kulkas langsung dihangatkan?
Ya. ASI yang disimpan di chiller dapat langsung dihangatkan menggunakan wadah berisi air hangat. Namun, jika ASI berasal dari freezer, sebaiknya dicairkan terlebih dahulu sebelum dihangatkan.
2. Kenapa ASI tidak boleh direndam air panas?
Air yang terlalu panas dapat merusak sebagian kandungan nutrisi dan komponen biologis dalam ASI. Karena itu, disarankan menggunakan air hangat, bukan air mendidih, saat menghangatkan ASI.
3. Apa ciri-ciri ASI yang sudah basi?
ASI yang sudah tidak layak konsumsi biasanya memiliki bau asam atau tengik yang tidak biasa. Jika ragu terhadap kualitas ASI yang disimpan, sebaiknya jangan diberikan kepada bayi.